BSA UAD Selenggarakan Seminar Nasional sebagai Bagian dari Kegiatan Arabic World Festival (AWFEST) ke-8
Program Studi Bahasa dan Sastra Arab kembali menyelenggarakan Arabic World Festival (AWFEST) 8 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik dan pengembangan keilmuan. Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah seminar nasional yang menghadirkan Prof. Dr. Rika Astari, S.S., M.A. sebagai narasumber utama, dengan Eka Laila Fithria Nita, S.Hum., alumni prodi Bahasa dan Sastra Arab sebagai moderator.

Seminar ini mengangkat tema “Komodifikasi Bahasa Religi Islam pada Media di Era Digital”, yang merupakan pengembangan dari orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Rika Astari pascapengukuhannya sebagai guru besar. Kegiatan ini diselenggarakan secara luring di Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan serta disiarkan secara daring melalui platform YouTube.
Pelaksanaan seminar berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri atas kalangan akademisi, mahasiswa, dan siswa. Kegiatan ini menjadi forum diskusi ilmiah yang secara kritis mengkaji dinamika penggunaan bahasa religi dalam ekosistem media digital. Dalam pemaparannya, Prof. Rika Astari menjelaskan bahwa bahasa religi Islam saat ini mengalami pergeseran fungsi. Jika pada mulanya berperan sebagai pedoman spiritual, dalam perkembangannya bahasa tersebut kerap dimanfaatkan sebagai instrumen ekonomi dalam berbagai praktik media dan industri kreatif.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa simbol dan istilah keagamaan sering kali dikomodifikasi untuk kepentingan komersial, baik dalam industri hiburan, periklanan, maupun layanan digital. Fenomena ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan pendangkalan makna agama apabila masyarakat hanya memahami simbol tanpa menghayati substansi yang terkandung di dalamnya.

Prof. Rika Astari juga menekankan pentingnya kesadaran kritis dalam menghadapi fenomena tersebut. Ia mendorong peningkatan literasi lingua-digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh praktik manipulasi bahasa berbasis agama. Selain itu, ia menegaskan perlunya penerapan etika komunikasi dalam industri media agar penggunaan istilah religius tetap berada dalam koridor yang tepat.
Seminar ini tidak hanya menjadi wadah disem
inasi keilmuan, tetapi juga memperkuat peran Universitas Ahmad Dahlan, khususnya Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam mengembangkan kajian bahasa dan media yang kritis, reflektif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga kesakralan bahasa religi sekaligus mengembangkan praktik komunikasi digital yang lebih etis dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.






